Mungkin setiap manusia mempunyai seorang teman atau sahabat sesama manusia itu sendiri, tapi bagaimana dengan manusia yang bersahabat dengan Alam ? Yaa.. salah satunya disini adalah sang Angin..
Entah sejak kapan aku mulai berteman dan kini bersahabat dengan sang Angin, yang aku tahu sejak diriku mulai rutin dan suka memandangi langit malam yang dipenuhi dengan hamparan bintang-bintang, sang Angin menghampiriku memeluk diriku dengan lembut dan menambah keharmonisan suasana dimalam itu, semenjak saat itu ia mulai menemaniku di setiap malam ketika aku sedang menikmati indahnya bintang-bintang ciptaan Tuhan Semesta Alam beserta secangkir kopi hitam dan alunan nada kesukaan.
Tidak hanya menemaniku saja, bahkan ia mampu menenangkan diriku ketika hatiku sedang bersedih. Suatu ketika, saat mendung kesedihan mulai meliputi hati dan pikiranku aku menatap kosong kearah langit malam, lalu ia pun datang berhembus lembut dan mengusir segala kesedihan didalam diriku seakan ia berbisik kedalam jiwaku "Tak usah engkau bersedih, kehidupan ini memang sudah diatur sedemikian rupa oleh sang Maha Kuasa, tak perlu resah tak perlu susah jalani dan nikmati saja semuanya, aku akan menemanimu disini sampai sedihmu itu sirna" .
Angin mengajarkanku tentang arti kebebasan, dalam hal ini yaitu kebebasan hati. Membebaskan hati dari segala hal yang membelenggu dan membuat hati ini sedih, resah, gundah. Melepaskan semua beban yang menghambat hati ini untuk terbang dan melayang. Sehingga hati ini bisa merasakan kedamaian dan ketenangan, dan memang itulah hal yang paling diinginkan seluruh hati manusia di dunia ini.
Semenjak itu ia mulai menjadi sahabatku, walaupun aku tak bisa berbicara dengannya dan tak dapat pula melihatnya, namun aku masih bisa merasakannya. Karena memang hanya dengan merasakan, baru kita bisa saling berbagi perasaan.
Dan mungkin karena kita juga samasama mahluk ciptaan Tuhan Semesta Alam dan sama-sama menjadi bagian dari Alam Semesta Ciptaan-Nya, oleh karena itu kita dapat saling memahami dan mengerti. Karena memang hakikat Alam Semesta memanglah "All For One, and One For All"


No comments:
Post a Comment