Thursday, 26 January 2017

TSHQJ (The Super High Quality Jomblo)

Ohayooo Minna 😆 (Buat yang gapaham bahasa jepang artinya "Selamat Pagi Semuanya" 😆) *baik kan gw kasih les bhs jepang gratis* 😎😎

Pasti banyak yang bertanya-tanya apaan sih TSHQJ, kok bisa cobak nemu singkatan kek gitu wkwkwk *gw sendiri juga gapaham gan*. Nih, gw ceritain dikit kenapa bisa ketemu kata-kata kek begitu...... Dahulu kala pada suatu masa sebelum jaman alay menyerang dan membabibutakan seluruh kaum anak muda, istilah ini masih belum tercipta karena seseorang yang tidak berstatus pacaran alias single belum mendapat bullyan dan juga belum berpredikat baru sebagai seorang jomblo.. Semenjak jaman alay menyerang anak muda pada awal awal pertengahan 2005 dan mulai merambahnya internet beserta dunia sosial media terutama facebook sebagai pelopor utama ketika jaman alay mulai melanda dunia persilatan anak muda.. Banyak dari kaum muda waktu itu termasuk SAYA, terkena dampak global virus virus alay yang merambah sangat parah hingga kedalam jiwa jiwa kaum muda.. Akibatnya, banyak istilah baru nan alay dan gaya baru nan lebay yang tercipta akibat gangguan jiwa yang diterima para kaum muda seketika itu juga.. Terutama istilah yang sampai saat ini belum punah dan masih berjaya yaitu "JOMBLO". Tampak terlihat sebagai momok yang menakutkan karena bisa dijadikan bahan pembullyan oleh teman-teman, akhirnya para jomblo di dunia membentengi dirinya dengan sebutan "The Super High Quality Jomblo". 😆😆 Yaa itulah sekilas singkat sejarah tentang dimana istilah TSHQJ tercipta 😁😁
 
Oke weell, bukan masalah sejarah dari kata tersebut yang akan kita bahas dan menjadi inti cerita dalam artikel kali ini, namun yang akan kita bahas gimana dan siapa sih TSHQJ itu ? Terus bedanya apa sama Jomblo biasa ? Atau masih ada kriteria jomblo yang lain ?

Nah sekarang gw akan coba bahas tentang 4 kriteria Jomblo di jaman ini 😃😃.
Pertama, Jomblo Biasa a.k.a Jomblo Pasaran.
Seorang Jomblo biasa atau biasa disebut jomblo pasaran ialah seorang jomblo dimana dia menjadi seorang jomblo karena tidak laku atau tidak ada yang mau sama dia, dia cari terus menerus ga nyerah pejuang wanita sejati ditolak bangkit lagi cari lagi ditolak bangkit lagi cari lagi wkwkwk *kalo ini sih bukan gw banget* 😂😂.
Kedua, Quality Jomblo a.k.a Jomblo Berkualitas
Jomblo berkualitas ini ialah seorang jomblo yang cukup pemilih, dia menjadi jomblo karena dia tidak menemukan sosok yang dicarinya selama ini, kadang juga nemu tapi udah punya pacar, atau nemu tapi dianya ga suka 😢😢 akhirnya cari yang lain lagi walaupun sebenernya ada seseorang yang mau sama dia tapi dia tetap teguh untuk mencari apa yang diinginkannya. Yaaa kurang lebih begitulah..
Ketiga, High Quality Jomblo a.k.a Jomblo Berkualitas Tinggi
Jomblo kualitas tinggi ini ialah seorang jomblo yang memang berdedikasi tinggi, fokus menitih masa depan agar kelak bisa menjalani kehidupan yang lebih baik dari sekarang, tidak melulu memikirkan masalah siklus percintaan yang tak kunjung ada habisnya, suka-pacaran-putus-nangis-galau-ketemu baru-suka-pacaran-putus-nangis-galau-dst 😂😂.
Keempat, The Super High Quality Jomblo a.k.a Jomblo Berkualitas Istimewa
Pada tingkatan ini, seorang jomblo tersebut melakukan perjombloannya karena satu hal yaitu "Agama", dia memilih jomblo karena memang pacaran tidak diperkenankan karena terlalu banyak hal hal yang melanggar syariat agama. Sehingga dia memilih tidak berpacaran dan lebih baik langsung lamar lalu menikah saja tentunya dengan ta'arufan terlebih dahulu *nah ini baru bener* 😄

okee itu tadi Kriteria Jomblo versi saya, kamu termasuk yang mana ?? 😁😁


note : ada tambahan nih...
Kelima, The Special Choosen Jomblo a.k.a Jomblo Spesial Terpilih
Ini sih gak termasuk dalam kriteria tingkatan jomblo diatas yaa, Jomblo spesial terpilih ini merupakan perpaduan dari semua kriteria diatas. Maksudnya dia sudah menjalani semua tahapan jomblo diatas dan spesial terpilihnya ialah karena dia sudah ditakdirkan oleh Tuhan untuk jomblo dan tidak boleh pacaran, jadi bagaimanapun usaha yang dilakukannya untuk mendapatkan seorang pacar selalu menemui kegagalan bukan karena penolak melainkan karena hal lain yang tidak diperhitungkan. Sampai akhirnya dia sadar kalo memang Tuhan sudah memilihnya untuk jomblo dan tidak berpacaran karena Tuhan tahu kalo dia pacaran dia bakal berbuat banyak kesalahan dan kemaksiatan, oleh karena itu akhirnya dia tersadar dan sabar menunggu jodoh dari Tuhan sembari melanjutkan kehidupan. 😇😇

Sunday, 22 January 2017

Cinta atau Obsesi ?

Hai hai, ketemu lagi sama gw mahluk paling keren sejagad raya 😎 Kali ini gw bakal bahas sedikit tentang *ehhmm ehmmm* CINTA 💟💟😍

Entah garagara terkena tetes hujan kenangan lalu sang teringat mantan *eh emang punya yaa ??* 😕 atau terguyur butiran perasaan, tibatiba saja sekelebat bayangan dipikiran ini mengacu pada sebuah pertanyaan "Sebenarnya yang gw alamin selama ini itu cinta apa obsesi semata sih ?? hmm *mikirdikit*😔" lalu akhirnya setelah agak berpikir keras selama beberapa jam lalu akhirnya gw menemukan sebuah kesimpulan.... Tanya saja ke mbah google 😁😁😆😆 hihihi

Well, setelah coba coba konsultasi perasaan sama si mbah akhirnya gw menemukan sebuah jawaban.. pertama-tama kita definisikan Cinta dan Obsesi itu apa. Ini yang gw dapet dari salah satu jinnya si mbah (baca: wikipedia).

Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apa pun yang diinginkan objek tersebut. Sedangkan,

Obsesi
adalah keadaan dimana seseorang memiliki sebuah keinginan akan sesuatu dan akan berusaha sebisa mungkin untuk memenuhi keinginannya itu. Bisa dikatakan adalah keinginan psikis yang (mungkin) harus terpenuhi.

Nah, dari dua definisi tersebut akhirnya dapat ditarik sebuah kesimpulan letak perbedaan antara Cinta dan Obsesi. Perbedaan tersebut adalah Keinginan atau Ego itu sendiri. Dimana dalam Cinta, ego tersebut nampak hilang karena Cinta memang tulus dalam melakukan atau melayani hal yang dicintainya atau bisa dibilang tanpa mengharap balasan *ehh ciyee*😝😝. Sedangkan dalam obsesi, ego tersebut sangat nampak oleh karena itu seseorang yang sudah terobsesi akan melakukan apapun demi mendapatkan apa yang diinginkannya tanpa memperdulikan perasaan yang lainnya tanpa memperdulikan si dianya mau apa gak *klo ini sih bukan gw banget hahaha* 😆😆. 

Dan gw punya definisi sendiri juga nih tentang mereka berdua, kalo menurut gw sih Cinta itu begini, saat kamu suka sama seseorang, kamu mulai mencoba mendekatinya, tentunya dengan memperhatikan perasaan dari seseorang yang kamu suka, dia nyaman gak sih atau malah risih ? nah klo dia ngerasa risih dan ga suka yaudah kamu gak bakal ganggu dia, dan belajar untuk mencintai lagi yang lainnya bukan dikejar-kejar sampek dapet 😆 kalo kamu beruntung yaa lanjutin ajah ke jenjang yang lebih serius 😁 dan satu lagi kalo cinta itu biasanya ga bakalan bosen klo udah cinta. ga bakal bosen liat wajahnya, ga bakalan bosen komunikasi sama dia, ga bakalan bosen apa aja deh 😄 yaa namanya juga cintaaa 😍😍

Dan kalo Obsesi tuh begini, saat kamu suka sama seseorang, kamu mulai mencoba mendekatinya, kamu gak bakal memperdulikan perasaannya pokoknya kamu kudu dapatin si dia, walaupun dia risih dan ga suka kmau tetep kejar-kejar si dia sampe dapet pokoknya. yaahh alesannya sih gini "gw bakal buktiin klo gw beneran cinta sama dia gw ga akan nyerah sampek bisa dapetin dia, karena dia itu spesies langka" klasik banget 😑😑 kalo lu beneran cinta yaudah ikhlasin aja kali 😑😑 karena cinta yang tulus itu tanpa mengharap balasan apalagi membuat si dia ketakutan karena merasa terteror oleh ulahmu 😓😓 dan satu lagi banyak juga yang bilang "masa pdkt itu lebih indah daripada waktu pacaran" nah hati-hati buat pacarnya yang bilang kek gini karena bisa jadi dia cuman obsesi haha, karena kalo emang cinta yaa justru masa pacaran bakal lebih indah daripada pdkt 😛 karena salah satu tanda obsesi adalah keinginan berlebihan dan sangat kuat untuk mendapatkan sesuatu dan ketika sesuatu itu sudah didapat yaudah rasa puasnya bakal ilang seiring berjalannya waktu yaa karena dia cuman terobsesi untuk mendapatkan bukan untuk menjalin hubungan hihihihi 😂😂

Nah, sekarang tanyak deh sama diri kamu sendiri beneran Cinta atau cuman sekedar Obsesi ? 😁😁

Friday, 6 January 2017

Sahabatku itu bernama Angin

Mungkin setiap manusia mempunyai seorang teman atau sahabat sesama manusia itu sendiri, tapi bagaimana dengan manusia yang bersahabat dengan Alam ? Yaa.. salah satunya disini adalah sang Angin..

Entah sejak kapan aku mulai berteman dan kini bersahabat dengan sang Angin, yang aku tahu sejak diriku mulai rutin dan suka memandangi langit malam yang dipenuhi dengan hamparan bintang-bintang, sang Angin menghampiriku memeluk diriku dengan lembut dan menambah keharmonisan suasana dimalam itu, semenjak saat itu ia mulai menemaniku di setiap malam ketika aku sedang menikmati indahnya bintang-bintang ciptaan Tuhan Semesta Alam beserta secangkir kopi hitam dan alunan nada kesukaan.

Tidak hanya menemaniku saja, bahkan ia mampu menenangkan diriku ketika hatiku sedang bersedih. Suatu ketika, saat mendung kesedihan mulai meliputi hati dan pikiranku aku menatap kosong kearah langit malam, lalu ia pun datang berhembus lembut dan mengusir segala kesedihan didalam diriku seakan ia berbisik kedalam jiwaku "Tak usah engkau bersedih, kehidupan ini memang sudah diatur sedemikian rupa oleh sang Maha Kuasa, tak perlu resah tak perlu susah jalani dan nikmati saja semuanya, aku akan menemanimu disini sampai sedihmu itu sirna" .



Angin mengajarkanku tentang arti kebebasan, dalam hal ini yaitu kebebasan hati. Membebaskan hati dari segala hal yang membelenggu dan membuat hati ini sedih, resah, gundah. Melepaskan semua beban yang menghambat hati ini untuk terbang dan melayang. Sehingga hati ini bisa merasakan kedamaian dan ketenangan, dan memang itulah hal yang paling diinginkan seluruh hati manusia di dunia ini.

Semenjak itu ia mulai menjadi sahabatku, walaupun aku tak bisa berbicara dengannya dan tak dapat pula melihatnya, namun aku masih bisa merasakannya. Karena memang hanya dengan merasakan, baru kita bisa saling berbagi perasaan.




Dan mungkin karena kita juga samasama mahluk ciptaan Tuhan Semesta Alam dan sama-sama menjadi bagian dari Alam Semesta Ciptaan-Nya, oleh karena itu kita dapat saling memahami dan mengerti. Karena memang hakikat Alam Semesta memanglah "All For One, and One For All"